Postingan ini mungkin terkesan Basbang, dan mungkin juga orang-orang sudah tahu tentang perkembangan gempa yang terjadi di kota Yogyakarta. Banyak fihak yang berpendapat macam-macam tentang hal tersebut, ada yang berpendapat negatif, ada yang berpendapat positif. Ada yang memberikan info yang samar, ada yang jelas dan juga ada orang yang menunjukkan dirinya bahwa dirinya adalah orang yang paling blo’on.

Gempa ini terjadi pada pagi hari, di saat orang sedang sibuk dengan mimpinya(bagi yang tidak shalat subuh atau terlambat bangun). Gempa yang berkekuatan (menurut info yang didapatkan dari metrotvnews) 5,6 skala richter tersebut getarannya sampai bisa terasa di Surabaya. Awalnya waktu saya mengikuti kajian rutin setiap hari Sabtu sehabis subuh di Masjid Al Amin yang di isi oleh Ustadz Ma’ruf Nursalam Lc. Saat mendengarkan penjelasan tentang takdir, saat itu saya perkirakan pukul 05.30-05.45, saya tak pasti tentang waktunya saya merasa ada yang menggoyang yang membuat saya sedikit pusing. Ternyata hal itu adalah gempa. Lumayan lama saya perkirakan sampai kurang lebih satu menit.

Dan siang harinya (dzuhur), saya dapatkan kabar bahwasannya gempa terjadi di Yogyakarta. Terus terang langsung saat itu juga yang ada di pikiran saya adalah mertua yang sedang mengerjakan proyek di Yogyakarta, apakah dia terkena gempa atau tidak. Akhirnya saya juga mencoba menghubungi istri, tapi entah kenapa tidak nyambung-nyambung bahkan sampai saya suruh salah seorang teman untuk nelpon tapi tetap tidak bisa. Walhasil pada hari Senin (hari ini) saya bisa menelpon istri dan Alhamdulillah dia baik-baik saja. Dan juga bapak baik-baik saja.

Dan menurut info yang saya terima dari teman-teman bahwa jalan-jalan di Malioboro retak dan seperti terbelah. Wallohu’alam. Bahkan berita terkini menyebutkan bahwasannya korban sampai menyentuh angka 5000 lebih.

Bagaimana Tanggapan Masyarakat Mengenai Gempa Ini?

Ada banyak pendapat yang bisa saya kutip dari berita ini. Diantaranya adalah:

1. Masyarakat ada yang mengecam bahwa Yogyakarta adalah kota tempat segala kemaksiatan. Seperti adanya kemusyrikan, yaitu dengan masih mengagungkannya Nyi Roro Kidul dan juga banyaknya kasus pergaulan bebas di kota itu seperti yang disinyalir buku Sex in the Kost, beberapa waktu yang lalu. 

2. Tidak adanya pemikiran secara akal dan riil, dan syar’i terhadap gempa ini. Ada seorang doktor yang saya tak bisa sebutkan namanya di sini, dengan gelar yang dipakainya mengatakan bahwa gempa ini terjadi akibat tidak dilakukannya salah satu ritual ke Laut Kidul. Dan hal inilah yang menyebabkan nama doktor itu turun derajatnya menjadi salah satu orang yang dianggap musyrik, sekalipun saya tidak jelas dia itu Islam atau tidak.

3. Orang-orang yang beriman menanggapi bahwa gempa ini adalah sebuah peringatan Alloh kepada manusia agar jangan berbuat maksiat kepada Alloh. Karena adzab Alloh itu tidaklah datang untuk orang-orang yang kufur kepada Alloh tapi juga kepada orang-orang yang beriman, sekalipun nantinya mereka akan ditimbang amal perbuatannya di hari Akhir nanti.

4. Bantuan datang dari berbagai pihak, menyebutkan bahwa salah satu yang pasti adalah penyebaran tentang orang-orang misionaris mulai berlanjut lagi, seperti kasus gempa Tsunami di Aceh beberapa waktu yang lalu. Salah seorang ikhwan yang berada di sana bercerita tentang orang-orang yang memberikan gambar-gambar porno pada bantuan, ada juga orang yang kelaparan apabila ingin mendapatkan makan harus masuk pada agama mereka dan hal ini sudah menjadi rahasia umum dan diketahui banyak orang.

5. Tanggapan berikutnya adalah orang yang baik adalah orang yang menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan. Akibatnya banyak para khalayak mulai memberikan bantuan obat-obatan dan juga bahan makanan serta pakaian untuk korban bencana tersebut. Dan seperti yang disinyalir metrotvnews orang luar negeri(Jepang) sudah memberikan bantuannya begitu mendengar gempa tersebut.

6. Tak ada yang bisa dilakukan oleh diriku selain berdo’a, semoga orang-orang mukmin yang meninggal di sana amal ibadahnya diterima di sisi Alloh dan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Dan adzab ditimpakan oleh orang-orang kafir di dunia dan di akhirat. Dan bagiku ini adalah pertanda bahwa hari kiamat sudah dekat dan siapkan diri kita untuk banyak beribadah kepada Alloh.

Bagaimana Kabar Istri?

Sudah berkali-kali aku telpon dan akhirnya baru nyambung kemarin. Kuharap ia segera selesai dan kuharap Pak Sarwanto segera pulang ke Solo. Aku akui sekarang ini aku sangat kelaparan karena tadi pagi belum makan dan sangat-sangat lapar. Uang sudah habis apalagi istri sudah minta untuk dikirimi uang ke Solo + 200ribu. Ya…kita lihat nanti Alloh memberikan rizqi ini dari mana. Yang penting tetap bertawakal, istiqomah dan ikhtiar. Semoga di sana yayang cepat selesai. Jangan molor lagi sampai berbulan-bulan. Aku sudah kangen di Surabaya.

Sekian.